Pelatih kesehatan AI yang dibuat untuk keluarga

Live120 bukan dibuat untuk mengejar jumlah unduhan, tapi untuk ayah saya yang berusia 61 tahun, dan untuk diri saya sendiri.

Saat ayah saya berusia 60 tahun, gula darahnya melonjak dan dokter menyuruhnya mengontrol pola makan. Dia sudah coba MyFitnessPal dan berbagai aplikasi lain, tapi semuanya ditinggalkan dalam tiga hari — antarmukanya terlalu rumit, makanan khas Tionghoa tidak ada, dan tidak ada yang memberitahunya apakah makanan itu baik untuk gula darahnya.

Maka saya membuat Live120. Tinggal foto, teks besar, dan AI yang menjelaskan dengan bahasa yang dia mengerti. Tiga bulan kemudian gula darahnya lebih stabil dan berat badannya turun 4 kg.

Alasan awal

Kenapa "Hidup sampai 120 tahun"

Taiwan adalah kerajaan cuci darah — prevalensinya tertinggi di dunia.Diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi — hampir semuanya bermula dari obesitas dan pola makan.

Yang paling menakutkan bukan makan sembarangan, tapi merasa sudah makan sehat. Asupan lemak berlebih adalah yang paling sering terlewat — sayurnya direbus, nasinya dikurangi, tapi minyak yang tak terlihat tetap melebihi batas setiap hari.

Saat usia 29 tahun, saya juga mengira diri saya sehat. Hasil tes darah menjelang ulang tahun ke-30 menyadarkan saya: resistensi insulin 3,22, metabolisme tidak normal.

Perasaan bisa membohongimu, hasil tes darah tidak.

Lalu saya sadar satu hal: kesehatan sama persis dengan menabung — dengan catatan, kamu bisa menelusuri kembali; dengan penelusuran, kamu tahu di mana yang salah; setelah tahu yang salah, kamu bisa memperbaikinya. Mengelola kesehatan tanpa catatan itu seperti mengatur keuangan tanpa pembukuan — hanya mengandalkan perasaan, dan akhirnya sia-sia.

Live120 bukan sekadar aplikasi. Saya ingin setiap orang Taiwan mencatat pola makannya dengan jelas dan membangun kebiasaan makan yang benar. Satu orang lebih sedikit yang harus cuci darah, satu orang lebih sedikit dengan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol tinggi di setiap keluarga — itulah alasan saya melakukan ini.

Makan enak, hidup sampai 120 tahun.

Bukti nyata dari pengembangnya sendiri

Saya adalah pengguna pertama Live120

Jujur saja, setahun lalu saya bahkan tidak tahu apa itu BMR atau TDEE. Metabolisme basal, kalori terbakar dari aktivitas, defisit kalori — semua istilah itu terasa asing bagi saya. Saya hanya tahu angka di timbangan, dan tiap bulan memandanginya dengan cemas: kenapa turunnya lambat sekali? Apa metabolisme saya rusak?

Saya pernah makan sembarangan, pernah menahan lapar, pernah berlatih dengan perut kosong — hasilnya kalau bukan lemas di tengah latihan, ya berat badan yang mentok tak bergerak dan kepercayaan diri yang makin menurun. Aplikasi di pasaran cuma bilang dingin "hari ini kamu kelebihan", tanpa pernah menjelaskan kenapa atau apa yang harus dilakukan.

Maka saya mulai belajar. BMR hanyalah kalori yang terbakar saat berbaring diam; TDEE adalah total pembakaran yang sesungguhnya; berat badan bisa dibohongi oleh otot dan cairan tubuh; makan terlalu sedikit justru menurunkan metabolisme dan membuatmu mentok di plateau. Yang paling penting — semua aplikasi di pasaran menghitung TDEE dengan rumus perkiraan, yang jauh berbeda dari tubuh sesungguhnya. Karena itu saya membangun "mesin perhitungan TDEE asli" di Live120: bukan menebak lewat rumus, tapi menggunakan data makan dan perubahan berat badan yang sebenarnya, sehingga tubuh menghitung sendiri pembakaran kalori yang nyata.

Selama enam bulan ini, saya mencatat setiap makanan dan setiap sesi latihan saya di Live120. Hasilnya: lemak murni turun 6 kg, otot justru bertambah; lemak visceral turun dari 11 menjadi 8; dan yang paling penting — resistensi insulin turun dari 3,22 menjadi 1,3, dari metabolisme tidak normal kembali sepenuhnya normal; kolesterol kembali normal, gula darah dan fungsi ginjal semuanya sehat.

Semua ini bukan karena tahan banting saja, tapi karena "memahami data dan memakai metode yang tepat". Saya membuat aplikasi ini untuk ayah saya, tapi diri saya sendiri jadi bukti terbaiknya. Inilah Live120 — bukan sekadar penghitung kalori, tapi cara sesungguhnya untuk memahami tubuhmu sendiri.

Perbandingan tes darah enam bulan Januari 2026 → Juli 2026

Inti metabolisme
ItemNilai acuanJanJulStatus
Resistensi insulin (HOMA-IR)<1.43.221.3Kembali normal
Insulin puasa3–2514.25.8Normal · turun setengah
Gula darah puasa70–1009491Normal
HbA1c4–65.55.2Sangat baik
Lemak darah
ItemNilai acuanJanJulStatus
Kolesterol total<200210175Kembali normal
Trigliserida<1509481Normal
HDL>403435Rendah
LDL<130156131Sedikit tinggi · membaik
Ginjal, hati, dan lainnya
ItemNilai acuanJanJulStatus
Kreatinin0.7–1.30.80.86Normal
eGFR>90121111Sehat
ALT<523446Normal · sedikit naik
Asam urat4.4–7.66.85.9Normal
Resistensi insulin 3,22 → 1,3 metabolisme kembali normal
Fungsi ginjal tetap sehat protein tinggi tidak merusak ginjal

※ Di atas adalah pengalaman pribadi, bukan saran medis, hasil bisa berbeda untuk tiap orang. Aplikasi ini tidak dapat mendiagnosis, mengobati, atau mencegah penyakit apa pun. Jika sedang sakit atau mengonsumsi obat, konsultasikan dulu dengan dokter.

Kisah nyata sang ayah

Ayah berusia 61 tahun pun bisa memakainya

Saat ayah saya berusia 60 tahun, gula darahnya melonjak dan dokter memintanya mengontrol pola makan. Bukan karena dia tidak mau mengikuti, tapi aplikasi di pasaran terlalu sulit baginya — tombolnya kecil, banyak bahasa Inggris, makanan tidak ditemukan, tiap makan harus memilih lewat lima lapis menu dropdown, hari ketiga langsung menyerah.

Saya menambahkan tiga hal untuknya: mode lansia dengan teks dan tombol besar, pengingat check-in minum obat harian, dan pencatatan tiga waktu makan langsung selesai lewat foto. Sekarang setiap pagi dia menimbang berat badan, memfoto sarapan, dan menekan check-in minum obat; siang dan malam masing-masing satu foto lagi. Seluruh prosesnya tidak sampai 30 detik.

Tiga bulan kemudian, gula darah puasanya turun dari 128 mg/dL menjadi 105, dan berat badannya turun 4 kg; pengobatannya disesuaikan di bawah pengawasan dokter — itu keputusan dokter, bukan jasa aplikasi. Dia sendiri berkata: "Dulu saya minum obat karena dipaksa dokter, sekarang saya sendiri paham angkanya, jadi tahu makan sepiring nasi lebih sedikit itu benar-benar berpengaruh."

Dua generasi, ayah dan anak, sama-sama mencatat angka tubuh mereka di Live120 — yang satu 30 tahun, yang satu 61 tahun. Inilah yang ingin saya bawa untuk lebih banyak keluarga Taiwan.

Di atas adalah pengalaman pribadi, bukan saran medis, hasil bisa berbeda untuk tiap orang. Aplikasi ini tidak dapat mendiagnosis, mengobati, atau mencegah penyakit apa pun. Jika sedang sakit atau mengonsumsi obat, konsultasikan dulu dengan dokter.

"Teknologi seharusnya tidak membuat orang tua frustrasi, tapi membantu mereka merawat diri sendiri dengan lebih bermartabat."