Saat ayah saya berusia 60 tahun, gula darahnya melonjak dan dokter memintanya mengontrol pola makan. Bukan karena dia tidak mau mengikuti, tapi aplikasi di pasaran terlalu sulit baginya — tombolnya kecil, banyak bahasa Inggris, makanan tidak ditemukan, tiap makan harus memilih lewat lima lapis menu dropdown, hari ketiga langsung menyerah.
Saya menambahkan tiga hal untuknya: mode lansia dengan teks dan tombol besar, pengingat check-in minum obat harian, dan pencatatan tiga waktu makan langsung selesai lewat foto. Sekarang setiap pagi dia menimbang berat badan, memfoto sarapan, dan menekan check-in minum obat; siang dan malam masing-masing satu foto lagi. Seluruh prosesnya tidak sampai 30 detik.
Tiga bulan kemudian, gula darah puasanya turun dari 128 mg/dL menjadi 105, dan berat badannya turun 4 kg; pengobatannya disesuaikan di bawah pengawasan dokter — itu keputusan dokter, bukan jasa aplikasi. Dia sendiri berkata: "Dulu saya minum obat karena dipaksa dokter, sekarang saya sendiri paham angkanya, jadi tahu makan sepiring nasi lebih sedikit itu benar-benar berpengaruh."
Dua generasi, ayah dan anak, sama-sama mencatat angka tubuh mereka di Live120 — yang satu 30 tahun, yang satu 61 tahun. Inilah yang ingin saya bawa untuk lebih banyak keluarga Taiwan.
※ Di atas adalah pengalaman pribadi, bukan saran medis, hasil bisa berbeda untuk tiap orang. Aplikasi ini tidak dapat mendiagnosis, mengobati, atau mencegah penyakit apa pun. Jika sedang sakit atau mengonsumsi obat, konsultasikan dulu dengan dokter.